TNI Bersedia Menggantikan Posisi Guru Pengajar Di Nduga Pasca Konflik - Berita Papua

Breaking

Selasa, 04 Februari 2020

TNI Bersedia Menggantikan Posisi Guru Pengajar Di Nduga Pasca Konflik

TNI Bersedia Menggantikan Posisi Guru Pengajar Di Nduga Pasca Konflik

Mengingat kekejaman kelompok kriminal bersenjata KKB, Sejumlah guru yang mengajar di beberapa sekolah di Kabupaten Nduga, Papua, tidak mau kembali ke tempat tugasnya. Para guru itu memilih keluar Nduga karena trauma akibat penyenderaan, pemerkosaan, dan ancaman kelompok bersenjata.

Kegiatan belajar mengajar berhenti di beberapa sekolah di wilayah operasi kelompok kriminal bersenjata. Sejumlah guru dan masyarakat, termasuk anak-anak sekolah mengungsi ke Kabupaten Jayawijaya

Banyak pendatang (nonpenduduk lokal) merasa trauma dan ketakutan. Yang lebih fatal dari kejadian tersebut adalah tidak adanya proses belajar mengajar di wilayah tersebut. Siswa-siswi SD hingga SMA yang merupakan generasi penerus bangsa tidak dapat mengenyam pendidikan.

Pihak TNI telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Nduga terkait hal ini. Pihaknya berharap para pelajar yang datang ke Jayawijaya bisa segera kembali dan melanjutkan pendidikan di Kabupaten Nduga.

Hingga kini ada sekitar 320 anak asal Nduga yang berada di Kabupaten Jayawijaya menempuh pendidikan di sekolah darurat. Sekolah itu berada di halaman gedung gereja di Elekma, Jayawijaya. Mereka tinggal di rumah sanak keluarga yang sebagian besar berada di Kampung Elekma.

Sejumlah warga Kabupaten Nduga sempat mengungsi ke hutan belantara. Mereka trauma dan memilih mengungsi ke tempat yang aman untuk menghindari konflik tersebut. Namun beberapa warga telah kembali ke kampung halaman mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar